Daily Life [Margud Side]
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
Pada chapter ini belum terjadi banyak hal. Sesuai judulnya, chapter ini tentang kesehari-harian dari side Margud. Semua members yang mempunyai char (berlokasi di Margud) boleh mengikuti RP ini).
_!RP Start ^o^/!_
Chapter 1 ,Story 2: Daily Life [Margud Side]
Lokasi : Queendom of Seremeia, Gwynvyd
Seperti biasa,Queendom of Seremeia selalu penuh dengan hawa keagamaan, selalu sibuk dengan kegiatan semacamnya itu. Bukan hanya masyarakatnya yang sibuk ,namun para petinggi juga sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Dihari yang damai ini, siapa yang akan mengira bahaya akan mengancam? Tak ada seorangpun yang bisa berpikir hingga kesana.
" yang mulia ratu ,silakan tehnya" ucap seorang maid, tengah meletakkan secangkir teh panas yang baru saja ia seduh kemeja kecil yang letaknya disamping meja kerja Rainas ". . . letakkan saja dimeja " jawab Rainas, tidak melihat maidnya, masih sibuk dengan dokumennya.
Namun sesekali ia mengangkat kepalanya karena kepegalan. Setelah selesai dengan tugasnya, maid tersebutpun berpamit, undur diri dari ruang kerja Rainas, dan co-leadernya, Altair. Ya, benar sekarang hanya ada mereka berdua diruangan tersebut. Suasana sepi nyaris menguasai ruangan tersebut tak terkecuali Altair, seperti biasa co-leader yang satu ini selalu 'ramai' dengan marionette kesayangannya, Elizabeth. Melihat ratunya , ia menarik nafas. . . dan menghembuskannya dalam-dalam
"fuh. . ." " tuan putri, jangan bekerja seharian melulu. Beristirahatlah sebentar. Lihat, Eliz juga sedih ingin melihat tuan putri bersantai lho" lanjutnya ,sambil menggerakan marionettesnya. Seakan-akan Elizabeth mengangguk-angguk, setuju dengannya
sejenak, Rainas terdiam, meletakan pena dan kertasnya kemudian mengangkat kepalanya dan berkata dengan nada datarnya" aku bukan orang yang akan beristirahat sebelum tugasnya selesai"
dari nadanya, seakan-akan ia menyindir Altair. Sayangnya tidak berhasil. Co-leadernya kemudian menarik lengan gaun Rainas dengan marionettenya, ya, dari sekian banyaknya pengikut Rainas, hanya Altairlah yang paling berani dan dekat dengannya. Entah karena Altair memang sudah menjadi sifatnya atau karena mereka sudah kenal sejak lama. Tanpa jera, masih saja ia mengajak ratunya untuk keluar. Setelah sekian lama akhirnya Rainas beranjak dari tempatnya dan tahulah Altair. Ia yakin kalau ratunya sudah menyerah dan akan pergi keluar istana dengannya
"baiklah. . . berhubungan sudah lama aku tidak melihat keadaan ibukota secara langsung" ucap Rainas dengan mimik wajah yang biasa saja, yang kemudian dibalas senyuman kemenangan Altair
" bilang saja kalau tuan putri sudah nyerah" tanpa berkata apa-apa, Rainas menuju kekamarnya dan berpakaian samarannya, seperti biasanya. Seperti biasa, mereka akan bertemu di pos belakang istana, dimana penjagaan tidak terlalu ketat karena 'kerjaan' Altair.
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
Memang, Rainas dan Altair berangkat bersama tapi. . . belum tentu Rainas mau menunggukan? Rainas pergi terlebih dahulu meninggalkan Altair. Semulanya ia memang tak ingin pergi keluar istana. Namun setelah ia menginjak kaki diluar istana, rasa penasarannya makin besar. Ratu elf ini ingin mengetahui bagaimana keadaan ibukota (yang sebenarnya, bukan lewat dokumentasi atau laporan) dengan mata kepalanya sendiri
Location: Market
Selalu ramai seperti biasa. Itu pertanda bahwa kota ini masih hidup, keramaianlah buktinya. Gadis ini bila bepergian keluar sendiri selalu melakukan penyamaran. Ia memperkenalkan dirinya sebagai peramal dan selalu menggunakan kerudung dari jubahnya untuk menutupi wajah dan telinga halfnya yang tidak terlalu panjang itu.
Rainas berjalan dengan santai. Langkah demi langkah. Kiri kanan ia melihat benar-benar tidak ada yang berubah. Sejenak, ia seperti tersenyum kecil melihat keadaan tersebut
" semoga situasi ini bisa terus berlanjut. . .andai saja . . ." pikirnya
ia terus berjalan dan berjalan entah kemana tujuannya dan sampai saat ini belum ada yang menarik perhatiannya. Akhirnya ia malah sampai kesebuah jewellery shop. Bukan toko yang mewah, hanya toko ang biasa saja dengan seorang sepasang kakek dan nenek tua yang menjaganya. Rainas tidak masuk kedalamnya namun, ia berdiri diluarnya melihat display perhiasan yang ditaruh disana. Baginya semua adalah perhiasan biasa, tidak bisa dibanding dengan perhiasan yang biasa ia lihat. Tiba-tiba, ia menyadari sesuatu yang unik. Ia melihat sebuah liontin kalung. Hampir mirip dengan peninggalan mendiang ibunya
|
|
|
| Kyle |
|
Scorer

Group: Moderator
Posts: 349
Member No.: 107
Joined: 22-June 08

|
Lokasi:Queendom of Seremeia, Gwynvyd (Town Center,Near Castle.)
Di depan istana terlihat Elliot dengan muka bosan berjalan kesana kemari mencari kegiatan sambil memakan es krim yang baru saja dibelinya."Ramainya kota ini tidak pernah pudar,bahkan istana masih dijaga sangat ketat" Ucap Elliot sambil memandangi pintu istana.
Guild leader yang sedang menganggur itupun terus berjalan kesana kemari mencari kegiatan. Bahkan Ia sudah melewati pedagang yang sama 3 kali. "(Bosannya diriku,beda sekali saat masih kecil ku yang penuh dengan kegiatan)" Kata Elliot dalam Hati sambil melamun mengingat masa lalunya.
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
" nona muda, silakan masuk" sapa sang nenek penjaga toko. Ia menawarkan Rainas untuk ber'singgah' sebenter ditokonya itu karena sedari tadi ia liat, Rainas hanya berdiri dan memandang sesuatu yang ada didisplay
Rainas, tersadar dari lamunannya
" ah tidak, tidak usah nek. aku hanya melihat-lihat saja" jawabnya. Tenang seperti biasa
" tidak apa-apa, hanya bermampir" lanjut sang nenek,
" tidak, saya pergi dulu ya" jawab Rainas lagi
tanpa memberi jawaban yang banyak lagi, ia langsung meninggalkan diri dari toko perhiasan tersebut. Berjalan dengan wajah yang sedikit berkerut, ia berkata pada dirinya
" tidak. aku tidak boleh lihat kebelakang lagi. itu hanya kalung yang mirip. ya, hanya mirip. . .!"
tanpa disadar ia terus berjalan sehingga ia sampai ditengah kota
|
|
|
| Kyle |
|
Scorer

Group: Moderator
Posts: 349
Member No.: 107
Joined: 22-June 08

|
Elliot masih melamun sambil berjalan dengan menundukkan kepalanya kebawah. ia masih berpikir. "Kenapa aku bisa berada disini? "Kenapa hanya aku satu-satunya dari keluarga Qonxersca yang hidup?"
2 Pertanyaan itu selalu menghantuin pikiran Elliot.
Tiba2 ia menabrak seorang perempuan yang sepertinya juga sedang melamun.
"Ah,Maap,saya tidak sengaja."Ucap Elliot sambil menggaruk kepalanya dan melihat wajah perempuan itu.
"eem, apa anda Ratu Seremeia Rainas?" Tanya Elliot sambil menggaruk-garuk kepalanya (lagi).
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
Hampir saja Rainas terjatuh. Tapi untungya ia terlatih untuk selalu waspada dimanapun dan kapanpun. Sejenak ia menatap pria yang menabraknya itu tahulah dia, bahwa pria itu adalah Elliot. Eliiot Qonxersca yang guild leader Seremeia. Dengan tenang dan nada yang datar ia menjawab Elliot
" tidak, anda pasti salah orang. tidak mungkin baginda ratu ada disini bukan?" jawabnya ,Rainas semakin menutupi dirinya dengan kerudung jubahnya
" . . . saya hanya seorang peramal biasa. peramal yang berkelana kemana-mana" lanjutnya lagi agar tidak menimbulkan rasa curiga
|
|
|
| Kyle |
|
Scorer

Group: Moderator
Posts: 349
Member No.: 107
Joined: 22-June 08

|
Dalam hati Elliot yakin sekali bahwa perempuan yang ditabraknya itu ratu seremeia tapi karena takut salah tangkap Elliot jadi ragu.
"oh,maap berarti saya salah orang." Kata Elliot sambil melirik ke wajah perempuan itu.
"hmm...anda peramal? kalau begitu saya mau minta tolong, anda punya tips buat melupakan ingatan masa lalu?" Basa-Basi Elliot yang masih SANGAT yakin bahwa perempuan yang ditabraknya itu ratu seremeia.
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
" . . . ingatan masa lalu" ucap Rainas singkat, lalu ia berhenti sejenak
" cukup kau jedotkan saja kepalamu sekeras-kerasnya. Tidak perlu yang lain. . . hal segampang ini kau bahkan tidak tahu ?" lanjutnya dengan sengaja menggunakan kata-kata yang tak pantas diucapkan oleh seorang ratu
" karena kau sudah terlanjur meminta saranku, sekarang aku minta bayarannya " lanjutnya lagi dengan nada sedikir sarkas
|
|
|
| Kyle |
|
Scorer

Group: Moderator
Posts: 349
Member No.: 107
Joined: 22-June 08

|
"Hei peramal sekalian aja promosi Obat penghilang pusing: Jedotkan kepala anda berkali-kali dijamin pulang tinggal nama. Saya jamin tidak bakal ada yang mau menyewa anda." ucap Elliot sambil kesal terhadap peramal.
Dalam Hati Elliot masih berpikir "(cih peramal macam apa ini? sudah tipsnya tidak berguna, minta bayaran lagi,Dasar Peramal Gadungan.)"
"OK,brp harga jasa Tips itu?" Kata Elliot masih dengan wajah kesal.
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
" nah, anda sudah tahu kenapa masih nanya? ada-ada saja" jawab Rainas, tidak mau kalah. Namun tampaknya ia sangat 'enjoy' walau nada dan tampangnya tampak biasa-biasa saja seakan tidak ada hal yang terjadi
" murah, hanya 100 gald" ucap Rainas. ya~ itulah harga ramalannya, tapi belum ditambah dengan batu keberuntungan. Sayang, kali ini bukan ramalan yang ia kerjakan melainkan memberi nasihat, makanya tidak ambil pusing lagi, ia memberi harga yang sama seperti ramalannya yang biasa
Tiba-tiba, datang seorang anak muda, dilihat dari tampangnya sekitar umur belasan tahun namun tak sampai 15. Ia menarik-tarik jubah Rainas, memanggilnya dengan sebutan 'kakak'. Rainaspun menoleh kearah anak muda itu dan bertanya " ada apa?"
" . . .minta sumbangan. . ." jawab anak tersebut
Elf ini kemudian menoleh balik kearah Elliot dan berkata
" sebaiknya bayaran untukku untuk anak ini saja " ucapnya
|
|
|
| Kyle |
|
Scorer

Group: Moderator
Posts: 349
Member No.: 107
Joined: 22-June 08

|
"Cih dasar ga tau malu, sudah begitu minta bayarannya 100 gald, heh baiklah akan saya bayar." Kata Elliot masih dengan muka kesal.
Elliot pun memasukkan tangannya ke saku untuk mengambil gald tiba2 saja muka Elliot tertampang ada kegawatan.
"eeemmm......................maaf sepertinya gald saya tertinggal. hehe." Kata Elliot dengan banyak keringat di mukanya.
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
" . . . . . . . ."
Rainas tidak berkata apa-apa. Dalam hati ia hanya bisa berkata
" Bisa-bisanya orang ceroboh sepertinya menjadi seorang leader. . .tapi begitu-gitu. . . ia memang bisa diandalkan. . ." ucapnya
"baiklah kalau begitu. Sebenarnya tidak apa-apa kalau tidak bayar. . .uang yang kudapat kan buat anak-anak seperti mereka" ujarnya
Rainas mengeluarkan uangnya dan memberikan 20 gald kepada anak yang tadi
" jadi . . . boleh kutahu siapa namamu. . . Mr. . .?"
|
|
|
| Kyle |
|
Scorer

Group: Moderator
Posts: 349
Member No.: 107
Joined: 22-June 08

|
"hoo,Ternyata anda baik juga" Ucap Elliot semakin Yakin bahwa peramal itu Ratu Rainas.
"emm.....nama saya? saya sarankan beritau dulu nama anda sebelum bertanya nama orang lain.Itu menurut orang tua saya."
Tiba2 Elliot menengok ke atas dan mengingat masa lalunya lagi.
|
|
|
| Liechtenstein Cavendish |
|
Shall. . .dream. . .

Group: Admin
Posts: 1,227
Member No.: 2
Joined: 6-July 06

|
" . . .Rai .sekarang giliran anda" jawab Rainas singkat
ya, ia hanya memberi tahu nama samarannya sewaktu ia kekota dan tidak pernah ada yang menyadarinya itu karena ia selalu menutupi telinga dan wajahnya dengan jubah (diikut sertakan dengan kerudungnya)
|
|
|
Track this topic
Receive email notification when a reply has been made to this topic and you are not active on the board.
Subscribe to this forum
Receive email notification when a new topic is posted in this forum and you are not active on the board.
Download / Print this Topic
Download this topic in different formats or view a printer friendly version.
|